JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tebo terus meningkatkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seiring meningkatnya potensi kemunculan titik panas (hotspot) akibat berkurangnya intensitas curah hujan di wilayah Kabupaten Tebo.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Tebo bersama sejumlah instansi terkait melaksanakan kegiatan monitoring sekaligus sosialisasi pencegahan Karhutla di sejumlah wilayah dalam Kabupaten Tebo pada Kamis (16/7/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Tebo, Joko Ardiawan, mengatakan kegiatan tersebut dilakukan untuk memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang sulit dikendalikan.
"Pada Kamis, 16 Juli 2026 kemarin kami melaksanakan monitoring dan sosialisasi Karhutla di sejumlah wilayah kecamatan dalam Kabupaten Tebo," kata Joko Ardiawan melalui sambungan telepon, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Joko, dalam kegiatan tersebut petugas mendatangi sejumlah titik strategis yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Lokasi-lokasi tersebut dipilih agar penyampaian imbauan dapat menjangkau masyarakat secara langsung dan lebih efektif.
"Kami berkunjung ke beberapa titik strategis yang banyak dikunjungi masyarakat untuk memberikan sosialisasi secara langsung agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar," ujarnya.
Selain memberikan sosialisasi, tim gabungan juga melakukan monitoring terhadap potensi munculnya hotspot maupun titik api yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran lahan. Monitoring dilakukan mengingat kondisi cuaca di Kabupaten Tebo mulai memasuki periode minim curah hujan sehingga risiko Karhutla meningkat.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BPBD juga melakukan pengecekan kesiapan sarana dan prasarana penanggulangan Karhutla di PT Alam Bukit Tiga Puluh (PT ABT) yang berada di Desa Pemayungan, Kecamatan Sumay.
Joko menjelaskan, pihaknya juga melakukan koordinasi dengan manajemen PT ABT terkait peristiwa kebakaran lahan yang terjadi pada 13 Juli 2026 lalu. Berdasarkan keterangan perusahaan, titik api yang sempat muncul di wilayah tersebut telah berhasil dipadamkan.
"Terkait kejadian Karhutla pada 13 Juli lalu, kami berkoordinasi dengan pihak PT ABT. Menurut pihak perusahaan, api sudah berhasil dipadamkan dan kondisinya sudah aman," jelasnya.
Meski demikian, dalam perjalanan monitoring, tim gabungan masih menemukan kepulan asap yang berasal dari bekas kebakaran lahan. Namun saat dilakukan pengecekan, api sudah padam. Lokasi tersebut berada di kawasan Area Penggunaan Lain (APL) yang berada di luar wilayah konsesi PT ABT.
Kegiatan monitoring dan sosialisasi tersebut melibatkan berbagai unsur, di antaranya personel TNI melalui Babinsa, Polri melalui Bhabinkamtibmas, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, serta pemerintah desa dan masyarakat Desa Pemayungan.
Joko menegaskan, sinergi lintas instansi sangat penting dalam upaya pencegahan Karhutla, terutama memasuki musim kemarau yang ditandai dengan meningkatnya hari tanpa hujan di sejumlah wilayah Kabupaten Tebo.
BPBD Tebo juga mengimbau seluruh masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan serta tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
"Dengan adanya eskalasi cuaca, terutama berkurangnya curah hujan di Kabupaten Tebo dan meningkatnya potensi hari tanpa hujan, kami mengimbau seluruh masyarakat agar tetap siaga terhadap potensi Karhutla dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar," tegas Joko.
Ia juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun indikasi kebakaran lahan kepada aparat setempat agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin sebelum api meluas.
"Apabila masyarakat melihat adanya titik api atau potensi kebakaran lahan di wilayah desa maupun kecamatan di Kabupaten Tebo, segera laporkan kepada aparat desa, Pemerintah Kabupaten Tebo, TNI-Polri, Dinas Kehutanan Provinsi Jambi maupun Manggala Agni agar segera ditindaklanjuti," pungkasnya. (DVD)
BPBD Tebo Gencarkan Sosialisasi Karhutla, Warga Diminta Tak Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Hasil Uji Sungai Batanghari di Tebo Terungkap, Bakteri Coli Masih Melebihi Baku Mutu
Viral di Media Sosial, Polsek Sungai Gelam Turun ke Lokasi dan Imbau Hentikan Aktivitas Galian C
Ops Antik Siginjai 2026 Bergerak ke Rumah Kos, Polisi Pastikan Lingkungan Aman dari Narkoba
Cegah PETI, Bhabinkamtibmas Polsek Tebo Ilir Pasang Spanduk Imbauan di Sejumlah Desa
Wabup Tebo Hadiri Pembukaan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 di Sungai Penuh