JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLH-Hub) Kabupaten Tebo terus melakukan pemantauan terhadap kualitas air Sungai Batanghari melalui pengujian baku mutu air secara berkala. Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pengawasan terhadap kondisi lingkungan sekaligus memastikan kualitas air sungai yang menjadi sumber kehidupan masyarakat tetap terpantau.
Setiap tahunnya, DLH-Hub Kabupaten Tebo melaksanakan pengujian kualitas air Sungai Batanghari sebanyak dua kali atau setiap semester. Pengujian tersebut dilakukan di beberapa titik yang dianggap mewakili kondisi aliran Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tebo.
Kepala Dinas LH-Hub Kabupaten Tebo melalui Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Hidup (P2KLH), Deriansyah, menjelaskan bahwa kegiatan pemantauan kualitas air merupakan agenda rutin pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Pengujian baku mutu air Sungai Batanghari dilakukan secara rutin setiap semester atau dua kali dalam setahun," ujar Deriansyah, Kamis (16/7/2026).
Ia menjelaskan, pengambilan sampel dilakukan di empat titik pemantauan, yakni Desa Teluk Kayu Putih Kecamatan VII Koto, Desa Teluk Kepayang Kecamatan VII Koto Ilir, Desa Teluk Singkawang Kecamatan Sumay, serta Desa Teluk Rendah Ilir Kecamatan Tebo Ilir.
Menurut Deriansyah, hasil pengujian yang dilakukan pada tahun 2025 menunjukkan kondisi kualitas air yang berbeda di setiap lokasi pemantauan.
Di Desa Teluk Kayu Putih, kualitas air masih berada dalam kategori baik. Sementara itu, tiga titik lainnya, yakni Teluk Kepayang, Teluk Singkawang, dan Teluk Rendah Ilir, masuk dalam kategori tercemar ringan berdasarkan status mutu air.
Meski demikian, secara umum kualitas air Sungai Batanghari di wilayah Kabupaten Tebo masih memenuhi sejumlah parameter penting. Namun terdapat satu parameter yang masih menjadi perhatian, yakni kandungan fecal coliform atau bakteri coli yang pada beberapa titik masih ditemukan melebihi ambang batas baku mutu yang telah ditetapkan.
"Parameter yang masih menjadi perhatian adalah fecal coliform atau bakteri coli yang masih terdeteksi melebihi baku mutu di Sungai Batanghari," jelas Deriansyah.
Sementara untuk parameter Total Suspended Solids (TSS) atau tingkat kekeruhan air, hasil pengujian menunjukkan masih berada dalam batas baku mutu untuk sungai kelas II.
"Karena Sungai Batanghari di wilayah ini masuk kategori sungai kelas II, nilai TSS atau tingkat kekeruhannya masih memenuhi baku mutu," tambahnya.
Ia menjelaskan, klasifikasi sungai kelas II berarti air sungai tersebut belum dapat langsung dikonsumsi sebagai air minum. Air harus melalui proses pengolahan terlebih dahulu sebelum digunakan oleh masyarakat.
"Iya, airnya harus diolah terlebih dahulu baru bisa dikonsumsi masyarakat.
Peruntukannya memang bukan untuk air minum secara langsung," katanya.
Untuk pengujian kualitas air tahun 2026, Deriansyah mengatakan proses pengambilan sampel telah dilakukan pada April lalu di empat titik yang sama. Namun hingga kini hasil analisis laboratorium masih belum diterima karena masih dalam proses pengujian.
Menurutnya, sampai saat ini belum ditemukan indikasi pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia berdasarkan hasil pemantauan sebelumnya.
"Sejauh ini, untuk pencemaran yang disebabkan oleh zat kimia belum ada yang terdeteksi," ungkapnya.
Ia menambahkan, seluruh proses pengujian dilakukan oleh laboratorium Mutu Agung yang telah terakreditasi. Petugas laboratorium datang langsung ke lokasi untuk mengambil sampel air, kemudian sampel dikirim ke laboratorium di Jakarta untuk dilakukan analisis lebih lanjut.
Karena pengujian dilakukan secara bersamaan terhadap sampel dari berbagai daerah di Indonesia, hasil laboratorium baru dapat diterima dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan setelah proses pengambilan sampel.
"Pengambilan sampel dilakukan langsung oleh petugas laboratorium yang terakreditasi. Sampelnya dibawa ke Jakarta untuk diuji. Karena dilakukan serentak dari seluruh Indonesia, hasilnya biasanya baru keluar sekitar dua sampai tiga bulan," tutup Deriansyah. (DVD)
Hasil Uji Sungai Batanghari di Tebo Terungkap, Bakteri Coli Masih Melebihi Baku Mutu
Viral di Media Sosial, Polsek Sungai Gelam Turun ke Lokasi dan Imbau Hentikan Aktivitas Galian C
Ops Antik Siginjai 2026 Bergerak ke Rumah Kos, Polisi Pastikan Lingkungan Aman dari Narkoba
Cegah PETI, Bhabinkamtibmas Polsek Tebo Ilir Pasang Spanduk Imbauan di Sejumlah Desa
Wabup Tebo Hadiri Pembukaan Pekan Budaya Pariwisata Jambi Elok Nian 2026 di Sungai Penuh
Agus Rubiyanto dan Nazar Efendi Ajak Warga Nobar Final Piala Dunia 2026
Kadisdik Merangin: ASN P3K Jika Terbukti Terlibat PETI Akan Disanksi