JAMBI - Pemerintah Kota Jambi telah mengambil langkah taktis dan kongkrit, sebagai upaya tanggap darurat pencegahan dan pengendalian penyebaran Virus Covid-19, serta melindungi masyarakat Kota Jambi, baik dari aspek kesehatan maupun sosial-ekonomi. Beberapa langkah tersebut antara lain kerangka kebijakan anggaran, kerangka kebijakan non APBD, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dan stake holder pada masa tanggap darurat Covid-19.
Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi, Syarif Fasha dalam Konferensi Pers pada Senin (6/4) mengatakan bahwa pemerintah Kota Jambi telah memprioritaskan dan re-focussing APBD pemkot Jambi tahun 2020 untuk penanganan pandemi covid-19 di kota Jambi, sebesar Rp. 43,232,405,321.00,-. Dengan memprioritaskan 3 aspek (dipersiapkan untuk 3 bulan pertama).
Pertama adalah penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi pada masyarakat dan UMKM, penyediaan social safety net / jaring pengaman sosial. Alokasi APBD pemkot Jambi tahun 2020 untuk penanganan kesehatan sebesar RP. 28,890,175,440.00,. dana tersebut digunaklan untuk penyediaan sarana prasarana kesehatan (Pembuatan 100 ribu masker melibatkan UMKM, pengadaan sarana cuci tangan di FASOS DAN FASUM).
“Dana itu juga kami gunakan untuk penyediaan sarana fasilitas kesehatan, Pemberian insentif untuk tenaga kesehatan, Penyemprotan disinfektan, Penyewaan rumah singgah/istirahat bagi tenaga medis/non medis (hotel bintang 3, kapasitas 50 kamar), dan Pemeriksaan laboratorium,” katanya.
Walikota Fasha juga mengatakan bahwa saat ini rapid test sudah tersedia sebanyak 1.000 pcs dari pesanan sebanyak 5.000 pcs. Sementara itu alokasi APBD Pemkot Jambi Tahun 2020 untuk penanganan dampak ekonomi pada masyarakat dan UMKM sebesar Rp. 3,000,000,000.00,. Dana itu digunakan untuk penyediaan stok sembako bagi masyarakat, jika terjadi PANIC BUYING di tengah masyarakat.
Fasha menambahkan alokasi APBD Pemkot Jambi Tahun 2020 untuk penyediaan social safety net / jaring pengaman sosial sebesar Rp. 13,315,322,500.00. dana itu digunakan untuk penyediaan social safety net / jaring pengaman sosial berupa bantuan sembako gratis kepada masyarakat yang terdampak bagi 15 ribu KK. Pengadaan peralatan penunjang fasilitas kesehatan masyarakat, serta penyediaan makan minum untuk mendukung kegiatan pencegahan dan penanganan COVID-19.
Selain itu, pada Konferensi Pers tersebut pemerintah Kota juga memiliki kebijakan menggratiskan tagihan air minum bagi pelanggan Perumda Tirta Mayang dalam batas waktu tertentu. Pemerintah menggratiskan tagihan air minum bagi pelanggan golongan sosial (1.045 sambungan) dan rumah tangga R1 (26.383 sambungan). Kebijakan itu mulai diberlakukan pada pemakaian bulan April dan Mei 2020 (pembayaran bulan Mei dan Juni 2020). Dengan kriteria pemakaian maksimum 20 M3 /setara Rp. 80.000/bulan.
“Perkiraan kehilangan pendapatan PDAM dari kebijakan itu selama 2 BULAN adalah setara dengan Rp. 4.388.480.000,” kata Fasha.
Fasha menambahkan Jumlah air yang dikeluarkan diperkirakan adalah 548.560 M3 perbulan. Jadi estimasi selama 2 bulan adalah 1.097.120 M3. Dengan harga harga air dihitung tarif dasar Rp. 4.000/ M3.
Selain itu, pemerintah Kota Jambi juga mendorong pemberlakuan sistem belanja online bagi pelaku usaha ritel modern. Pemberlakuan sistem belanja online bagi pelaku usaha mikro, UKM dan pasar tradisional, dengan melibatkan stake holder, start up belanja online.
“Kami mendorong dan memfasilitasi UKM dan pedagang pasar tradisional Pemkot Jambi untuk menyediakan layanan belanja secara online. Seperti di Pasar Baru Talang Banjar, Pasar Aur Duri, Pasar Kasang, Pasar TAC, dan Pasar Angso Duo. Bekerjasama dengan ojek online (gojek, grab, maxim) dan ojek pangkalan untuk layanan delivery. Mendorong start up belanja online berbasis aplikasi buatan lokal anak Jambi untuk turut berpartisipasi. Saat ini baru aplikasi “Sangkek”,” katanya.
Sementara itu, usai menggelar konferensi pers, Wali Kota Syarif Fasha berkesempatan menyerahkan secara simbolis Alat Pelindung Diri (APD) hasil produksi buatan lokal, dari tangan terampil pelaku UMKM Kota Jambi, kepada petugas medis di Kota Jambi.
Total 1000 pcs dari 5000 pcs APD yang diserahkan pada tahap pertama ini, yang didistribusikan bagi petugas garda terdepan tenaga medis penanganan pasien Covid-19 di beberapa Rumah Sakit dan Puskesmas di Kota Jambi.
Selain APD, Wali Kota Jambi itu juga telah memesan 100 ribu masker, untuk diberikan secara gratis bagi masyarakat dan tenaga medis.
"Hari ini kami mendistribusikan APD dan masker ke rumah sakit untuk penanggulangan pandemi Covid-19. Tahap pertama ini baru selesai 1000, dari total pesanan 5000 APD. APD tersebut secara bertahap akan kami distribusikan," kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha saat mengenalkan APD pada awak media.
Fasha menjelaskan, pihaknya memang sengaja mempelopori untuk memproduksi sendiri APD bagi kebutuhan penanganan virus Covid-19 di Kota Jambi.
“Kita tidak bisa berdiam diri menunggu bantuan datang, sementara kita berjuang bertarung dengan waktu, ditengah keterbatasan. Keamanan petugas kami adalah prioritas utama. Mereka frontline (Garda Terdepan), sedang berjuang, kami harus jaga dan lindungi mereka," tegas Fasha.
Lebih lanjut, Fasha menjelaskan memang sengaja melibatkan pelaku UMKM di Kota Jambi dalam proses produksi APD tersebut.
"Kami memang sengaja melibatkan UMKM, asosiasi pengrajin Batik Jambi untuk terlibat dalam proses produksi. Kami mendatangkan bahan baku dari luar Kota Jambi. Selain sumber daya yang memang sudah siap dan sudah ada, kita ingin menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat ditengah pelambatan ekonomi dimasa wabah virus ini. Semoga ini bisa sedikit membantu," jelas Fasha.
APD yang dibuat oleh Pemkot Jambi ini memiliki standar yang baik, dan layak digunakan untuk para petugas kesehatan. Disamping anti air, juga bahan yang digunakan berkualitas baik.
Selain itu, Fasha juga telah menyiapkan insentif tambahan dan akomodasi hotel bintang 3 untuk tenaga medis yang bertugas dalam penanganan Covid-19.
"Juga disediakan insentif untuk tenaga kesehatan yang berada di posisi terdepan atau yang menangani pasien, baik PDP maupun positif," terang Fasha.
Sementara untuk rumah singgah, Fasha mengatakan telah mempersiapkan untuk menyewa hotel bintang 3 bagi tenaga medis dengan jumlah puluhan kamar.
"Kami saat ini telah menyiapkan rumah singgah yaitu menyewa hotel bintang 3 untuk tenaga medis, nantinya yang habis menangani pasien PDP atau pasien positif itu harus dikarantina selama 14 hari. Nah, untuk itu kami sudah telah siapkan tempatnya yakni hotel bintang 3 di kota Jambi, dan hotelnya tidak bisa saya sebutkan. Tetapi sudah kami siapkan 50 kamar untuk petugas kami apabila selesai menangani pasien-pasien tersebut," sebut Fasha.
Wali Kota Fasha kembali mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap peningkatan jumlah ODP dan PDP di Kota Jambi, serta mengajak masyarakat untuk terus mendisiplinkan diri menjalankan protokol kesehatan dimasa pandemi Covid-19.
"Masyarakat jangan panik namun tetap harus waspada terhadap peningkatan jumlah ODP dan PDP di Provinsi dan Kota Jambi. Jadilah pahlawan masa kini, menyelamatkan orang lain dengan tetap disiplin berdiam diri dirumah dan membatasi diri beraktivitas diluar jika tidak penting. Jika pun keluar rumah, terapkah physical distancing, pakai masker dan sering cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Taati ketentuan jam malam yang berlaku di Kota Jambi, untuk keselamatan kita bersama. Jangan lupa untuk tingkatkan ibadah dan berdoa dirumah masing-masing untuk keselamatan kita bersama," pungkas Fasha.
Diakhir konferensi pers, Fasha juga menjelaskan keadaan rekening Kota Jambi Peduli per tanggal 6 April 2020 dengan saldo Rp. 343.942.180,18. Selaku ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Jambi, Fasha kembali mengimbau komunitas dan perorangan, khususnya kalangan pelaku usaha untuk turut berpartisipasi menyalurkan bantuannya ke rekening kemanusiaan Kota Jambi Peduli. Selain dalam bentuk uang, Kota Jambi Peduli juga menerima donasi dalam bentuk barang yang dapat langsung disalurkan ke Posko Gugus Tugas Covid-19 Kota Jambi di Mako Damkar dan Penyelamatan Kota Jambi.(ali)