JAMBIONE.COM, JAMBI- Penanganan virus Corona (Covid-19) di Provinsi Jambi terus menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dalam tiga hari terakhir, Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) terus menurun. Sementara jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tetap sama dengan sehari sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis tim Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Minggu (4/4) sore, secara keseluruhan ODP di Jambi berkurang dari 1.062 menjadi 1.010 orang. Sedangkan PDP, jumlahnya masih sama, 6 orang. “Berkurangnya ini karena ada yang sudah selesai masa perawatan dan ada juga yang sudah selesai masa isolasi selama 14 hari,” kata juru bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah.
Kemudian, yang sudah dinyatakan positif masih tetap 2 orang dan menunggu hasil uji swab 3 orang. Johansyah juga menguraikan sebaran penanganan Covid-19 di kabupaten dan Kota. Menurut dia, di Kota Jambi, jumlah masih sama dengan satu hari sebelumnya, 3 orang. Sementara yang berstatus ODP bertambah dari 435 menjadi 443 orang.
Sementara data dari tim Pemkot Jambi, jumlah ODP di Kota jambi 270 orang dan PDP 14 orang. Menurut Johan, data perkembangan virus corona di Kota Jambi yang dirilis Tim Gugus Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi memang berbeda dengan data milik Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi. Kata dia, data di Kota Jambi yang dirilis tim gugus tugas provinsi bukan hanya berasal dari data Pemkot Jambi saja. Tapi digabung dengan data dari RSUD Raden Mattaher.
“Untuk Kota Jambi terjadi peningkatan ODP sebanyak 8 orang, bahwa jumlah data di Kota ini dari dua sumber, yakni data dari dinkes Kota Jambi ditambah dengan data RSUD Raden Mattaher Jambi,” tegasnya. Oleh karena itu, data tersebut jelas berbeda dengan data dari Pemkot Jambi. Sebab, data Pemkot tidak memasukkan data tambahan dari RSUD Raden Mattaher.
Kemudian, di Batanghari, angka ODP berkurang dari 180 menjadi 154 orang. Lalu di Sarolangun ODP bertambah dari 5 menjadi 8 orang dan tidak ada PDP. Kemudian di Merangin, ODP berkurang dari 33 menjadi 28 orang dan PDP masih kosong. Selanjutnya, ODP Sungaipenuh berkurang dari 14 menjadi 12 orang dan PDP kosong.
Berikutnya, ODP di Kerinci berkurang dari 97 menjadi 94 orang, sementara PDP masih ada 1 1 orang. Di Muaro Jambi, ODP kembali bertambah dari 88 menjadi 92 orang dan PDP kosong. Di Kabupaten Bungo, ODP kembali berkurang dari sehari sebelumnya, yakni dari 101 menjadi 90 orang dan ada satu orang yang berstatus PDP.
Kemudian di Muaro Tebo, ODP kembali turun dari 83 menjadi 79 orang dan ada 1 PDP. Sementara di Tanjab Timur, ODP dilaporkan masih sama dari sehari sebelumnya, yakni 9 orang ODP dan PDP kosong. Di Tanjab Barat, ODP berkurang drastis dari 17 menjadi hanya tersisa 1 orang dan PDP nihil.
Sementara itu, pasien positif Corona asal Tebo masih dirawat di ruang isolasi RSUD raden Mattaher Jambi. Informasinya, pria berusia 53 tahun itu sudah dua kali dilakukan uji swab. Hasilnya, si pasien masih dinyatakan positif. “Uji swab yang kedua terhadap pasien 01 masih positif,” kata Johan. Menurut dia, terhadap oasien tersebut akan dilakukan uji swab ketiga. Sampelnya, akan diambil hari ini, Senin (6/4). Seperti diketahui, pasien 01 diduga adalah Sekda Tebo, Teguh Arhadi yang sudah cukup lama menjalani perawatan di RSUD Raden Mattaher.
Selain itu, dua Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Cocid 19 asal Kabupaten Bungo dilarikan ke RSUD Raden Mattaher untuk mendapatkan perawatan medis lebib lanjut. Johan membenarkan adanya penambahan Pasien di RSUD Raden Mattaher yang akan diambil untuk dilakukan uji laboratorium/swab. "Kondisi stabil, uji swab hari ini diambil, 5-7 hari kedepan, baru tahu hasilnya (positif atau negatif)," katanya, Minggu (5/4).
Kedua pasien itu diketahui adalah ipar Gubernur Jambi Fachrori Umar, Ismail Ibrahim dan sopirnya.
Sementara itu, sacra nasional, jumlah kasus baru penularan virus Korona bertambah 181 kasus pada Minggu (5/4). Sehingga total kasus positif menjadi 2.273 orang. Sedangkan kabar baik dan optimis juga tetap datang dari pasien sembuh. Ada tambahan 14 pasien sembuh sehingga totalnya menjadi 164 orang. 0
Sementara angka kasus meninggal bertambah 7 kasus. Sehingga totalnya menjadi 198 jiwa meninggal dunia. Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Achmad Yurianto menjelaskan situasi ini menggambarkan penularan masih terjadi di masyarakat. Apalagi saat ini semakin banyak kasus tanpa gejala.
“Ini gambaran yang kita yakini. Bahwa di luar masih terjadi penularan. Masih terjadi kasus positif tanpa gejala di tengah-tengah kita,” katanya dalam konferensi pers, Minggu (5/4). Sehingga masyarakat diminta untuk menyadari penularan yang cepat terjadi pada orang ke orang tanpa gejala klinis.
Jaga jarak 2 meter penting untuk dilakukan dan gerakan cuci tangan harus tetap dilakukan sesering mungkin. “Masih ada yg tak menyadari ini rentan. Jaga jarak itu penting. Cuci tangan dengan air mengalir,” tegasnya.
Yuri menambahkan, pemerintah meyakini di luar masih terjadi penularan kasus positif tanpa gejala. "Masih ada sebagian dari kita yang tidak sadar kalau kita rentan tertular," katanya.
Pada Sabtu (4/4), tercatat ada 2.092 kasus positif corona, 191 dinyatakan meninggal, dan 150 orang sembuh.
Pemerintah telah berupaya untuk menekan laju pertumbuhan jumlah pasien corona dengan menyiapkan sejumlah aturan tentang Pembatasan Sosial Berskala Besat. Diantaranya, Keppres No. 11 tahun 2020 tentang status Kedaruratan Kesehatan akibat pandemi corona di Indonesia berdasarkan UU No. 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Selain itu, Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 2020 yang mengatur soal PSBB.(*/sumber:jawapos.com)
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga telah menerbitkan Permenkes tentang Pedoman PSBB. Permenkes itu mengatur secara detail mengenai tahapan permohonan daerah tentang penetapan PSBB.
Dalam peraturan tersebut, Menteri Kesehatan berwenang untuk menetapkan PSBB di suatu wilayah. (ist/jpg)