Pengangguran Kota Jambi Turun ke 7,08 Persen, Persaingan Kerja Masih Tinggi

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:51:07 WIB - Dibaca: 210 kali

Ilustrasi
Ilustrasi (NET)

JAMBIPRIMA.COM,. JAMBI – Angka pengangguran di Kota Jambi menunjukkan tren yang semakin membaik. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menjadi acuan Pemerintah Kota Jambi, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2025 turun menjadi 7,08 persen atau sekitar 23.140 orang. Capaian ini lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 7,38 persen.

Meski mengalami penurunan, Pemerintah Kota Jambi mengakui tantangan di sektor ketenagakerjaan masih cukup besar. Sebagai ibu kota Provinsi Jambi sekaligus pusat perdagangan, jasa, pemerintahan, pendidikan, dan investasi, Kota Jambi menjadi tujuan utama masyarakat dari berbagai kabupaten/kota di Provinsi Jambi hingga daerah tetangga untuk mencari pekerjaan. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah pencari kerja terus meningkat setiap tahunnya.
Kepala Bidang Penempatan, Pelatihan dan Produktivitas Tenaga Kerja (Penta) Disnakerkop UKM Kota Jambi, Afriyadi, mengatakan tingginya arus pencari kerja yang datang ke Kota Jambi membuat persaingan memperoleh pekerjaan semakin ketat.

Menurutnya, Kota Jambi memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan daerah lain karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan bisnis. Hal itu membuat banyak masyarakat memilih datang ke Kota Jambi dengan harapan mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. "Kota Jambi merupakan etalase Provinsi Jambi.

Banyak masyarakat dari kabupaten/kota di dalam maupun luar Provinsi Jambi datang ke Kota Jambi untuk mencari pekerjaan. Akibatnya persaingan mendapatkan pekerjaan menjadi semakin tinggi," ujar Afriyadi, Minggu (19/7/2026). Ia menjelaskan, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah belum seimbangnya jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan kebutuhan perusahaan.

Jumlah pencari kerja masih jauh lebih besar dibandingkan lapangan pekerjaan yang tersedia. "Supply tenaga kerja lebih besar dibandingkan demand atau kebutuhan tenaga kerja. Pencari kerja lebih banyak, sedangkan lapangan pekerjaan yang tersedia masih terbatas," katanya.

Walaupun demikian, kondisi ketenagakerjaan di Kota Jambi terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Disnakerkop UKM Kota Jambi yang bersumber dari BPS, angka pengangguran berhasil ditekan dari 7,38 persen menjadi 7,08 persen, atau berkurang sekitar 735 orang dibandingkan periode sebelumnya.

Penurunan tersebut tidak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas kesempatan kerja. Sepanjang tahun 2025, Disnakerkop UKM Kota Jambi berhasil memfasilitasi penempatan 503 pencari kerja ke berbagai perusahaan yang beroperasi di Kota Jambi. Program penempatan tenaga kerja tersebut menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mengurangi angka pengangguran.

Selain itu, pemerintah juga terus memperkuat pelatihan peningkatan kompetensi tenaga kerja agar masyarakat memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing tenaga kerja lokal di tengah ketatnya persaingan kerja.

Untuk memperluas peluang kerja, Disnakerkop UKM Kota Jambi juga terus memperkuat koordinasi dengan berbagai organisasi perangkat daerah (OPD), terutama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Sinergi tersebut dilakukan guna mendorong masuknya lebih banyak investasi ke Kota Jambi sehingga mampu membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat. "Kami terus berkoordinasi dengan OPD terkait, termasuk DPMPTSP, agar investasi yang masuk ke Kota Jambi semakin banyak sehingga dapat menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat," ujar Afriyadi.

Data ketenagakerjaan Disnakerkop UKM Kota Jambi menunjukkan jumlah penduduk Kota Jambi saat ini mencapai 654.194 jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 493.824 orang merupakan penduduk usia kerja.
Sementara itu, jumlah angkatan kerja tercatat sebanyak 326.618 orang, sedangkan 167.206 orang lainnya tergolong bukan angkatan kerja, seperti pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga, serta masyarakat yang tidak sedang mencari pekerjaan atau telah memiliki sumber pendapatan lainnya.

Adapun jumlah penduduk yang bekerja mencapai 303.478 orang. Dari angka tersebut, sebanyak 183.823 orang atau sekitar 60,57 persen bekerja di sektor formal, sedangkan sisanya bekerja di sektor informal.
Sektor perdagangan dan jasa masih menjadi penopang utama perekonomian sekaligus penyerap tenaga kerja terbesar di Kota Jambi. Tercatat sebanyak 173.967 orang atau 57,32 persen dari total penduduk yang bekerja menggantungkan mata pencaharian pada sektor tersebut.

Pemerintah Kota Jambi berharap tren penurunan angka pengangguran dapat terus berlanjut melalui peningkatan investasi, pengembangan sektor usaha, serta pelatihan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri. Dengan demikian, keseimbangan antara pertumbuhan jumlah pencari kerja dan ketersediaan lapangan pekerjaan dapat terus ditingkatkan.

Meski angka pengangguran berhasil ditekan, Pemerintah Kota Jambi menyadari masih diperlukan langkah-langkah strategis dan kolaborasi berbagai pihak agar Kota Jambi mampu menyediakan lebih banyak lapangan pekerjaan, seiring posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi dan daerah tujuan utama pencari kerja di Provinsi Jambi. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA