Bunda PAUD Jambi: Anak Disleksia Bukan Tak Pintar, Tapi Butuh Pendampingan Tepat

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:27:35 WIB - Dibaca: 107 kali

Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris tampak ceria saat menyapa dan berinteraksi dengan anak-anak PAUD dalam kegiatan MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah, Jambi.
Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris tampak ceria saat menyapa dan berinteraksi dengan anak-anak PAUD dalam kegiatan MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah, Jambi. (Rahim)

JAMBIPRIMA.COM, JAMBI - Bunda PAUD Provinsi Jambi Hj. Hesnidar Haris (Hesti Haris) menyoroti pentingnya deteksi dini dan pendampingan yang tepat bagi anak dengan disleksia saat meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di PAUD Percontohan Binaan TP PKK Provinsi Jambi, CBC Mawaddah Warrahmah, Selasa (21/7/2026).

Hesti Haris bersama Ketua TP PKK Provinsi Jambi itu hadir sejak pukul 07.00 WIB didampingi Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman dan jajaran pengurus. Mereka menyambut anak-anak didik yang menjalani hari keenam MPLS dengan menyapa, tersenyum, dan menempelkan stiker kepada para peserta didik. Turut hadir Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami, M.Pd.

Usai kegiatan, Hesti mengapresiasi tenaga pendidik di CBC Mawaddah Warrahmah yang dinilainya konsisten memberikan pelayanan terbaik bagi anak-anak. Menurutnya, MPLS di lembaga tersebut tidak sekadar berlangsung selama dua pekan, tetapi dirancang sebagai proses pembiasaan perilaku baik sejak anak memasuki lingkungan sekolah.

"Guru-guru di sini luar biasa. Pembiasaan baik benar-benar dirancang sejak anak datang hingga mengikuti proses belajar dan bermain. Kami juga berharap dukungan penuh dari orang tua, terutama bagi anak yang belum terbiasa ditinggal di sekolah," ujarnya.

Hesti juga menyoroti layanan khusus bagi anak berkebutuhan khusus, terutama penyandang disleksia. Menurutnya, masih banyak orang tua yang belum memahami kondisi tersebut sehingga sering salah menilai kemampuan anak.

"Anak dengan disleksia bukan berarti tidak pintar. Justru banyak yang memiliki IQ tinggi, hanya membutuhkan metode pendampingan yang tepat. Di Indonesia jumlah tenaga ahli yang mampu menangani disleksia masih sangat terbatas, dan salah satunya ada di CBC ini," katanya.

Ia mengatakan pemahaman mengenai disleksia perlu terus disosialisasikan agar orang tua dapat mengenali gejalanya lebih dini. Bahkan, masyarakat yang anaknya tidak bersekolah di CBC tetap dipersilakan berkonsultasi di lembaga tersebut.

Hesti menambahkan, pihaknya berencana menggandeng Kementerian Hukum dan HAM untuk memberikan edukasi tentang disleksia kepada masyarakat. Menurutnya, penanganan yang tepat sangat penting agar anak tidak mendapat stigma negatif yang dapat berdampak pada perkembangan psikologis maupun perilakunya.

Sementara itu, Ketua Pokja PAUD Provinsi Jambi Hj. Iin Kurniasih Sudirman mengatakan salah satu agenda MPLS di CBC Mawaddah Warrahmah adalah kegiatan parenting bekerja sama dengan BKKBN.

"Parenting ini bertujuan menambah wawasan orang tua mengenai pola pengasuhan anak. Hari ini temanya Jambi Bersholawat dari Kelas Orang Tua Hebat, sehingga diharapkan dapat memperkuat peran orang tua dalam mendampingi anak usia dini," ujarnya.

Di sisi lain, Kepala PAUD/TK CBC Jambi Titin Sri Utami mengatakan MPLS di lembaga yang dipimpinnya bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan menjadi tahap awal pembentukan karakter peserta didik.

Selain membiasakan perilaku positif, pihak sekolah juga menggelar parenting untuk menyamakan persepsi dengan orang tua serta melakukan asesmen awal terhadap setiap anak. Menurutnya, asesmen tersebut penting untuk mengetahui kebutuhan dan gaya belajar masing-masing peserta didik, termasuk memberikan pendampingan khusus bagi anak yang memiliki kebutuhan khusus. (Rhm)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA