Sekda Sindi Pastikan Dapur MBG Tebo Penuhi Standar Keamanan Pangan

Senin, 01 Juni 2026 - 13:12:09 WIB - Dibaca: 191 kali

Sekda Tebo Sindi saat tinjau sppg desa sumber sari kec Rimbo Bujang.
Sekda Tebo Sindi saat tinjau sppg desa sumber sari kec Rimbo Bujang. (David)

JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan kualitas makanan yang disajikan kepada para siswa tetap terjaga. Pengawasan tersebut dilakukan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tebo, Sindi, yang juga menjabat sebagai salah satu Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) MBG Kabupaten Tebo.

Didampingi jajaran Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan serta Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Sekda Sindi meninjau langsung Dapur Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang saat ini telah beroperasi selama kurang lebih satu bulan, Jumat (29/5/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Sekda memastikan seluruh proses penyediaan makanan bagi para siswa berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Menurutnya, pengawasan secara berkala sangat penting dilakukan agar program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.

"Kami ingin memastikan kegiatan ini berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif bagi anak-anak, mulai dari tingkat TK, PAUD, SD, SMP hingga SMA. Jangan sampai ada hal-hal yang dapat menurunkan minat mereka terhadap program makan bergizi gratis ini," ujar Sindi.

Ia menjelaskan, salah satu fokus utama dalam peninjauan tersebut adalah memastikan kualitas bahan pangan yang digunakan. Mulai dari bahan kering seperti bawang merah, bawang putih dan cabai, hingga bahan pangan basah yang digunakan untuk kebutuhan memasak setiap hari.

Menurutnya, seluruh bahan makanan yang digunakan harus dipastikan aman untuk dikonsumsi dan bebas dari kandungan berbahaya seperti formalin maupun zat kimia lainnya. Pengawasan terhadap kualitas bahan baku menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan para penerima manfaat.

"Kami memeriksa langsung bahan-bahan yang digunakan. Baik bahan kering maupun bahan basah harus memenuhi standar keamanan pangan. Ini harus terus dijaga agar kualitas makanan yang disajikan kepada anak-anak tetap baik," tegasnya.

Sindi mengungkapkan, hingga saat ini operasional SPPG yang telah berjalan selama satu bulan tidak ditemukan kendala berarti. Program MBG di wilayah yang dilayani SPPG tersebut telah menjangkau sekitar 2.539 siswa penerima manfaat yang berasal dari berbagai jenjang pendidikan.

Pemerintah Kabupaten Tebo berharap program ini dapat terus berjalan lancar dan memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak sekolah, sekaligus mendukung tumbuh kembang serta peningkatan prestasi belajar mereka.

Selain meninjau operasional yang telah berjalan, Sekda juga menyampaikan perkembangan pembangunan SPPG di Kecamatan Rimbo Ilir. Menurutnya, fasilitas tersebut dalam waktu dekat akan segera beroperasi setelah seluruh persiapan selesai dilakukan.

Untuk mendukung pembangunan SPPG tersebut, Pemerintah Kabupaten Tebo telah menyediakan lahan, sementara pembiayaan pembangunan dan operasionalnya didukung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

"SPPG di Rimbo Ilir sebentar lagi akan beroperasi. Lahan disiapkan oleh Pemerintah Daerah, sedangkan pembiayaannya berasal dari Badan Gizi Nasional. Dalam waktu dekat tinggal menunggu peluncuran resmi," jelasnya.

Lebih lanjut, Sindi menyebutkan bahwa hingga saat ini Kabupaten Tebo telah memiliki 13 unit SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah. Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis secara merata.

Meski belum seluruh SPPG dikunjungi secara langsung, Pemerintah Kabupaten Tebo memastikan seluruh pengelola wajib menjalankan operasional sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Langkah tersebut dilakukan untuk meminimalisir risiko dan memastikan kualitas pelayanan tetap terjaga.

"Kami berharap seluruh SPPG mematuhi SOP yang telah ditetapkan. Pengawasan akan terus dilakukan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," katanya.

Hingga saat ini, lanjut Sindi, pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Tebo mendapat respons positif dari kalangan sekolah. Bahkan, belum ada satu pun sekolah yang menolak program tersebut.

"Sejauh ini belum ada sekolah yang menolak program MBG. Kami berharap dukungan dari seluruh pihak terus terjaga sehingga program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat besar bagi generasi penerus bangsa," pungkasnya. (DVD)





BERITA BERIKUTNYA