Dirut RSUD Raden Mattaher Jambi Sebut Sudah Sesuai SOP

Tim Gugus: Kasus Pasien Corona Pulang Sudah Selesai

Kamis, 09 April 2020 - 14:16:14 WIB - Dibaca: 1918 kali

(ist/Jambione.com)

JAMBI- Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi mengangap kasus pulangnya pasien 01 positif covid-19 yang sempat membuat heboh, Selasa (7/4) malam lalu sudah selesai. Apalagi saat ini, si pasien sudah dijemput dan diisolagi kembali di RSUD Raden Mattaher Jambi. Penegasan ini disampaikan kepala Dinas Keseharan  Provinsi Jambi, dr Samsiran Halim kepada wartawan dalam jumpa pers di Ruang Utama kantor Gubernur Jambi, Rabu (8/4) sore. 

Selain Samsiran yang mewakili Tim Gugus Tugas Penaganan Covid-19  Provinsi Jambi, jumpa Pers tersebut juga dihadiri Jubir Tim Gugus Johansyah, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Direktur RSUD Raden Mattaher dr Feri Kusnadi. Samsiran berharap ke depan kejadian seperti ini tidak terjadi lagi.

"Mungkin saya tidak akan terlalu banyak memberikan tanggapan. Yang terpenting pasien sudah kembali ke rumah sakit dan di isolasi," katanya. Sebelumnya, Samsiran sempat kesal dan kecewa terhadap keputusan RSUD Raden Mattaher memulangkan si pasien.

Kemudian, Direktur RSUD Raden Mattaher Provinsi Jambi dr Fery Kusnadi menegaskan bahwa penanganan terhadap pasien 01 positif covid-19 tersebut sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang mereka miliki. Namun adanya kearifan lokal membuat pihaknya memberika keputusan kepada pasien.

"Tapi disini kayaknya ada sedikit koordinasi yang berbeda. Bagaimana di pusat dengan di Jambi. Makanya kita berkeyakinan pasien ini secara klinis sudah membaik," katanya.  singkat dan tidak terlalu banyak menjawab pertanyaan awak media.

Sementara itu, Ketua IDI Jambi dr Dery mengatakan kejadian tersebut tentu menjadi perhatian semua. Mudah-mudahan bisa diatasi dengan cara meningkatkan koordinasi dan komunikasi. "Jadi dari sudut pandang kami, dokter penanggung jawab klinis mempunyai suatu pertimbangan medis dan mempunyai hak memulangkan pasien," katanya.

Akan tetapi, lanjut dia, dalam kondisional seperti sekarang ini, ada hal hal koordinasi komunikasi dan pertimbangan lain yang perlu dibiasakan. Sehingga ke depan dalam penanganan Covid-19 semakin solid atau kompak. "Kami mohon kepada seluruh elemen masyarakat, dalam kondisi seperti ini, agar bisa harus saling memahami dan menghormati," katanya lagi.

Terkait kecemasan masyarakat atas kejadian tersebut, menurut Dery itu wajar wajar saja. Tapi kalau cemasnya berlebihan, itu tidak benar. Karena pada prinsipnya selama pasien pulang ke rumah, pihaknya sudah melakukan inventarisir contaktraking pasien.

"Iya akan kita verifikasi lagi. Yang jelas sekarang kan memang pasien ini pulang. Nah memang harus kita akui ada kesalahahan komunikasi. Kordinasi yang harus kita benahi ke depan," pungkasnya.

Sebelumnya, saat dihubungi Rabu siang, Direktur RSUD Raden Mattaher Fery Kusnadi mengatakan kepulangan pasien 01 atas kemauan sendiri. "Pasiennya memaksa pulang. Mungkin beliau sudah merasa bosan di ruangan Isolasi. Maklum saja udah beberapa minggu beliau terkurung di sini. Jadi bukan rumah sakit yang memulangkan," katanya.

Menurut Fery, setelah mengetahui pasien pulang ke rumahnya, dia langsung menghubungi pihak keluarga pasien. "Saya langsung menghubungi pihak keluarga pasien setelah mengetahui si pasien sudah pulang. Kebetulan yang ngangkat telepon istrinya. Saya jelaskan bahwa pasien itu belum bisa diperbolehkan pulang ke rumah sebelum ada izin dari dinkes dan pihak rumah sakit. Saya katakana ibuk jangan seenaknya nya saja. Pasien akan kami jemput untuk  diisolasi kembali," jelas fery yang mengaku sangat kesal dengan tindakan keluarga pasien.

Mengenai prosedur pulangnya pasien, menurut Fery menjadi tanggung jawab dokter yang merawatnya.  "Itu kan ada divisinya. Ada dokter penanggungjawabnya. Kalau saya, direktur tidak khusus ke masalah perorangan," katanya.

Fery juga menjelaskan sempat ada penolakan dari pihak keluarga ketika pihak rumah sakit mau menjemput kembali si pasien di diamannya. Menurut Fery, saat pertama dia telepon, istri pasein menolak suaminya dijemput kembali. ‘’Namun setelah saya jelaskan bahwa tindakannya salah dan menimbulkan keresahan masyarakat. Walaupun konsisi pasien mulai membaik,  untuk pemulangan ada prosedur yang harus diikuti. Barulah pihak keluarga menerima dan mengizinkan pasien dijemput kembali," sambungnya.

\Menurut Fery, sekitar pukul 20.30 Wib, Selasa malam pihaknya  langsung menjemput pasien di kediamannya. ‘’ Kami juga membawa istri pasien untuk diisolasi, karena sudah kontak langsung dengan si pasien,’’ katanya.

Seperti diberitakan, pasien positif covid-19 asal Tebo yang dirawat di RSUD Raden Mattaher sempat pulang ke rumah, Selasa (7/1) siang. Padahal, setelah dua kali uji swab pasien yang biasa disebut dengan kode 01 itu masih dinyatakan positif.

Ironisnya lagi, saat memulangan si pasien positif tersebut ternyata pihak rumah sakit Raden Mataher Jambi tidak berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan dan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi. Kejadian ini langsung membuat heboh warga Jambi.

Menurut informasi, pasien ini sudah menjalani perawatan sekitar 20 hari di RSUD Raden Mattaher. Menurut versi pihak rumah sakit, kepulangan si pasien atas permintaan keluarga. Makanya dibolehkan pulang oleh pihak rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB.

Sementara versi pihak keluarga, mereka menjemput si pasien karena dihubungi pihak rumah sakit. Dari rumah sakit, si pasein bukan dibawa ke Tebo. Tapi ke rumahnya di kawasan jalan RB Siagian, kelurahan Pasir Putih, Jambi Selatan, Kota Jambi.

Setelah kejadian ini heboh, si pasien dijemput kembali sekitar pukul 21.45 Wib, Selasa malam. Dan langsung di siolasi lagi di RSUD Raden mattaher Jambi.

Sementara itu, perkembangan penanganan covid-19 di Jambi kembali menunjukkan hasil positif. Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) turun drastis. Begitu pula dengan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP). 

Berdasarkan data terbaru yang dirlis tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provuinsi Jambi, Rabu (8/4) sore, jumlah ODP berkurang 101 orang, dari 830 menjadi 729 orang. Lalu, PDP juga berkurang 2 orang, dari 8 menjadi 6 orang. Sementara yang dinyatakan positif masih 2 orang dan menunggu uji swab bertambah menjadi 6 orang. 

Jubir Tim Gugus Tugas Penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah,  menguraikan, jumlah ODP di Kota Jambi berkurang dari 318 menjadi 315 orang. Jumlah PDP juga berkurang dari 2 menjadi 1 orang. Di Batanghari, angka ODP juga menurun dari 133 menjadi 92 orang dan PDP nihil.

Kemudian, di Sarolangun ODP masih sama dengan sebelumnya, 4 orang dan tidak ada PDP. Di Merangin, ODP juga berkurang dari 32 menjadi 26 orang dan PDP masih kosong. Selanjutnya, ODP Sungaipenuh bertambah dari 15 menjadi 16 orang dan PDP yang awalnya 1 orang sudah sembuh. Lalu, ODP di Kerinci juga berkurang dari 87 menjadi 83 orang. Sementara PDP masih 1 orang. 

Selanjutnya, di Muarojambi, ODP juga berkurang dari 115 menjadi 94 orang dan PDP kosong. Di Kabupaten Bungo, ODP berkurang juga dari 55 menjadi 33 orang dan PDP masih 2 orang.  Kemudian di Tebo, ODP juga turun dari 48 menjadi 46 orang dan PDP 1 orang.  di Tanjab Timur, ODP juga berkurang dari 9 menjadi 8 orang dan PDP kosong. Di Tanjab Barat, ODP juga berkurang dari 14 menjadi 12 orang dan 1 PDP. (*/kum)





BERITA BERIKUTNYA