JAMBIONE.COM, JAMBI- Berada di rumah dalam waktu yang cukup lama tentu bisa membuat orang bosan. Apalagi bagi mereka yang hampir seluruh waktunya beraktivitas di luar rumah. Bahkan bagi sebagian orang, kebosanan adalah bagian dari depresi.
Kondisi saat ini memang menuntut seseorang untuk terus melakukan social distancing atau jaga jarak interaksi sosial. Hal itu merupakan salah satu imbauan dan cara pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona baru atau COVID-19.
Oleh karena itu, pemerintah daerah yang memiliki kasus positif corona, seperti di Kota Jambi menerapkan bekerja dari rumah (Work From Home), belajar di rumah, dan beribadah di rumah sesuai imbauan Walikota Jambi.
Selama kurang lebih dua pekan menjalani social distancing di rumah tak menampik rasa bosan mulai menyergap. Beragam kegiatan disarankan mulai dari olahraga, beberes lemari pakaian, aktivitas bersama anak seperti memasak dan bikin kue hingga membaca buku.
Ketua TP PKK Kota Jambi, Yuliana Fasha pun memiliki cara tersendiri untuk usir kebosanan lewat beragam aktivitas yang bisa dijalani di rumah.
"Kalau saya, memilih untuk kembali ke dapur, memasak lagi. Karena selama ini sudah jarang ke dapur. Dengan situasi dan kondisi saat ini kami juga mulai mengurangi membeli makanan dari luar," kata Yuliana Fasha saat di bincangi Jambione.com, di Rumah Dinas Walikota Jambi, Rabu (8/4).
Selain memasak, ibu tiga anak ini juga banyak menghabiskan waktu dengan anak, dan berolahraga bersama.
"Selama ini kita jarang kumpul dengan anak, jadi bisa berdiskusi, ngerjain PR dan tugas sekolah sama-sama," katanya.
Yuliana menambahkan, bagi orang yang merasa bosan saat harus berada dirumah, bisa melakukan aktivitas baru yang belum pernah di lakukan.
"Misalnya membaca, bisa juga menonton drama, atau kegiatan baru yang menarik. Kalau untuk anak-anak bisa kita ajak menggambar, membuat kerajinan dari karus, dan lainnya," ujarnya.
Selain itu, saat ini ia juga disibukkan dengan penggalangan dana sosial untuk membantu warga yang terdampak pandemi Covid-19 di wilayah Kota Jambi. Inisiatif tersebut muncul saat ia berdiskusi kecil bersama dengan dinas kesehatan Kota Jambi. Dimana dari hasil diskusi tersebut dapat disimpulkan bahwa jika terjadi bencana Korona, Kota Jambi sebetulnya dalam keadaan tidak siap.
“Saat itu saya tanya kepada kepala dinas kesehatan, kita hanya punya 50 Alat Pelindung Diri (APD). Berangkat dari situ, saya berinisiatif untuk menggerakkan masyarakat terutama kaum perempuan untuk turut membantu. Makanya saya membuka rekening donasi itu. Hasilnya kita berdayakan untuk pembuatan APD, Masker, Hand Sanitizer, dan ada juga yang kita belanjakan untuk membeli sembako yang kita bagikan kepada warga yang membutuhkan,” ujar Yuliana.
Kata Yuliana, bagi warga yang ingin turut berpartisipasi, dapat memberi donasi dalam bentuk uang dan barang yang dapat dikirimkan melalui nomor rekening Bank Jambi 3003088455 a.n Perempuan Kota Jambi Peduli, dan melakukan konfirmasi transfer di nomor 082280285520. Sementara donasi barang dapat dikirimkan ke kantor PKK Kota Jambi.
“Hingga saat ini sudah terkumpul dana Rp125 juta. Dan kami sudah menyalurkan donasi berupa sembako kepada 219 KK di Kota Jambi ini. Data itu kami ambil dari Kelurahan dan Kecamatan. Sehingga bisa tepat sasaran. Untuk selanjutnya sedang kami susun dan secepatnya akan kami serahkan,” tambahnya.
Sementara untuk bantuan APD, saat ini sudah tersedia 300 APD yang siap didistribusikan ke rumah sakit dan puskesmas se Kota Jambi. “APD ini sulit di dapatkan, kami masih pesan 100 lagi, dan yang dalam proses penjahitan ada 100 juga. Kami juga memesan sebanyak 100 ribu masker kain yang nantinya akan diberikan secara gratis untuk masyarakat. Ini juga bekerjasama dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jambi,” katanya.
“Jadi kita berdayakan juga UMKM kita, sekarang kita sudah melibatkan 100 pengrajin untuk membuat 100 ribu masker itu. Karena stok masker kita juga terbatas, sehingga proses pengerjaannya harus dipercepat,” ujarnya.
Kata Yuliana, pihaknya ingin memberikan kontribusi maksimal dalam penanganan pandemi Covid-19. Dalam kegiatan sosial ini, ia ingin mengajak masyarakat bergerak bersama, saling peduli pada sesama tanpa melihat nilai donasi yang diberikan. Namun lebih kepada nilai gotong royong dan empati antar sesama. (ali)
Social Distancing Terabaikan, Terjadi Penumpukan Warga di Samsat Jambi
Rakor Virtual bersama Mendagri, Fasha Sampaikan "Curhatan" Wali Kota Se-Indonesia
Fasha Datangi Rumah Pasien Positif Corona, Tenangkan Warga dan Langsung Semprot Disinfektan
Meresahkan Masyarakat, Pasien Positif 01 Covid-19 Pulang, Kapolda Jambi Angkat Bicara