JAMBIONE.COM, JAMBI - Pemerintah Provinsi Jambi terus bergerak cepat menangani pandemi covid-19 di Provinsi Jambi. Selain menganggarkan dana tanggap darurat Rp 11 Miliar, Pemprov Jambi melalui Tim Gugus Tugas penanganan Covid 19 ternyata juga sudah melakukan penggalangan dana untuk membantu penanganan wabah virus asal Wuhan, China ini.
Juru bicara Tim Gugus Tugas Covid 19 Provinsi Jambi, Johansyah menyatakan sumbangan dana tersebut bisa disalurkan melalui rekening Bank Jambi 300-30932-27. Tidak hanya itu, Johansyah juga menyatakan pihaknya tengah mengkoordinir sejumlah anggaran Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan swasta yang beroperasi di Provinsi Jambi.
"Sebelum kasus corona ini, kita sudah dua kali mengumpulkan perusahaan di Jambi, agar memberikan bantuan dana CSR nya untuk pembangunan Jambi. Tentunya dengan virus corona ini, kita tinggal komunikasi saja melalui ketua Gugus Tugas dalam rangka membantu penanangan virus covid 19 ini," katanya.
"Sekarang kita, mengkoordinir CSR yang lainnya," sambung Johan. Sejak dibukanya penggalanga dana tersebut, ada beberapa pihak yang telah menyalurkan bantuannya. Salah satunya adalah Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Provinsi Jambi, sejumlah Rp 100 Juta.
Namun, lanjut Johansyah, nominal secara keseluruhan belum dapat disampaikan ke media, karena belum dilakukan pengecekan. "Terhitung hari ini (Jumat, 3 April kemarin). Belum bisa saya sampaikan. Kemungkinan Seninlah saya sampaikan laporan dana yang masuk ke rek Gugus Tugas," kata Johan.
Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Doni Iskandar saat dihubungi Jambi One, menyebutkan penambahan anggaran penaganan Corona bisa ditambah dengan menggunakan anggaran kegiatan lainnya. "Biso iyo biso idak. Alokasi bisa dilakukan, tidak ada hambatan untuk itu," kata Doni.
Namun sejauh ini, Doni belum bisa menyampaikan anggaran mana saja yang akan digeser. Dan berapa jumlahnya. "Nanti lah dibicarakan. Yang pasti kalau situasinya darurat begini, apapun bisa kita tarik. Kalau perlu membatalkan kegiatan-kegiatan prioritas yang ada di bawah," kata Doni.
Ditanya apakah anggaran penanganan kebakaran hutan dan lahan Provinsi Jambi juga terserap untuk penanganan Corona? Dony mengiyakan, karena anggaranya ada di BPBD.
Namun Doni, menyebut untuk penaganan Karhutla anggaranya tetap aman. Karena Karhutla merupakan isu nasional. Jadi anggarnya ada di BNPB. Pemprov hanya mensuport.
"Kalau untuk kebencanaan itu kita prioritaskan. Malah anggaranya kito tarok lagi di dana tidak terduga. Jadi standbay duitnya. Karena bencana kita tidak tahu, kapan saja bisa terjadi,’’ pungkasnya.
Sementara itu, salah seorang pengusaha batu bara di Jambi, Matlawan Hasibuan mengakui sudah pernah dikumpulkan Pemprov Jambi terkait penggalangan dana CRS. Menurut Komisaris PT. Tamarona Mas International, mereka siap membantu penanganan covid-19 di Jambi. ‘’ Kalau kita dari swasta sudah menyumbang melalui Pemprov Jambi. Koordinasi terus jalan. Kita komitmen kok membantu pembangunan di Jambi. Termasuk soal penanganan covid-19 ini,’’ katanya. (rey)
Ketua DPRD: Pemprov harus Punya Grand Desain Penanganan Corona
Atasi Dampak COVID-19, Pemkot Bagikan 1.500 Nasi Bungkus untuk Pekerja Informal
APPHJ Desak Polisi Tangkap Bandar dan Bubarkan Judi Online Berkedok Warnet di Jambi
SKK Migas – KKKS Pertamina EP Asset 1 Jambi Field Bantu Ratusan APD Bagi Tenaga Medis RSUD Raden Mat