JAMBIPRIMA.COM, JAMBI – Kuliah umum tentang antisipasi dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang digelar di Gedung Unifac Universitas Jambi, Rabu (10/6/2026), mendapat respons positif dari para mahasiswa. Salah satunya datang dari mahasiswi Universitas Jambi yang mengaku memperoleh banyak pemahaman baru terkait pentingnya peran generasi muda dalam mencegah karhutla, khususnya di wilayah gambut.
Kegiatan yang menghadirkan Gubernur Jambi, Al Haris, sebagai pemateri utama tersebut juga diikuti oleh ratusan mahasiswa dari berbagai fakultas. Dalam kesempatan itu, Al Haris menekankan bahwa pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab pemerintah, TNI, Polri, maupun satgas terkait, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.
Bagi para peserta, materi yang disampaikan memberikan gambaran nyata mengenai dampak luas karhutla terhadap kehidupan masyarakat. Mulai dari gangguan kesehatan akibat kabut asap, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga lumpuhnya transportasi udara yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
Seorang mahasiswi peserta kuliah umum, Nabila Putri, mengaku termotivasi setelah mendengarkan paparan para narasumber. Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menyampaikan edukasi kepada masyarakat karena sering terlibat langsung melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN), praktik lapangan, maupun kegiatan sosial lainnya.
"Kami jadi lebih memahami bahwa pencegahan karhutla tidak hanya dilakukan saat kebakaran terjadi. Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar kebakaran bisa dicegah sejak awal. Sebagai mahasiswa, kami merasa memiliki tanggung jawab untuk ikut menyampaikan informasi tersebut," ujarnya.
Ia menilai pemahaman mengenai ekosistem gambut juga menjadi salah satu materi yang menarik dalam kuliah umum tersebut. Selama ini banyak masyarakat yang belum mengetahui fungsi gambut sebagai penyimpan karbon dan penyangga lingkungan yang sangat penting.
Menurut Nabila, informasi tersebut dapat menjadi bekal bagi mahasiswa saat turun ke masyarakat, terutama ketika menjalankan program KKN di desa-desa yang memiliki kawasan gambut atau rawan kebakaran lahan.
"Kuliah umum ini membuka wawasan kami tentang dampak besar karhutla dan pentingnya menjaga gambut. Harapannya, mahasiswa bisa menjadi agen perubahan yang membantu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar," katanya. (Rhm)
Hesti Haris Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Sungai Nibung, Soroti Kerukunan Antarumat Beragama
Komisi III DPRD Tebo: Harmonisasi Perda Sempadan Jalan Buka Kepastian Hukum bagi Warga
Program 1 Desa 1 Hektare Mulai Berbuah, Petani Sungai Bahar Panen 2,5 Ton Jagung
Rivi Hamdani Raih Kemenangan Dramatis di Pilkades Mangun Jayo
Warga Tebo Heboh! WNA Asal China Diam-Diam Tinggal di Kontrakan, Imigrasi Turun Tangan
Damkar Jambi Didorong Perkuat Pelayanan di Usia ke-107 Tahun
Kabid Papkis Kemenag Jambi Ajak ASN Bijak Sikapi Informasi tentang Pesantren