JAMBIPRIMA.COM, TEBO – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026 di Kabupaten Tebo resmi digelar pada Rabu (10/6/2026). Sebanyak 54 desa di 12 kecamatan melaksanakan pemungutan suara secara bersamaan dengan pengawasan langsung dari tim monitoring yang dibentuk Pemerintah Kabupaten Tebo.
Untuk wilayah Kecamatan Tebo Tengah dan Kecamatan Sumay, pemantauan dilakukan oleh Tim III Kabupaten Tebo yang dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Tebo bersama sejumlah pejabat daerah. Tim tersebut terdiri dari Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Inspektur, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan, Kabag Umum, Kabag PSDAAP, serta Direktur RSUD Sultan Thaha Saifuddin Tebo.
Salah satu lokasi yang dipantau adalah Desa Mangun Jayo, Kecamatan Tebo Tengah. Di desa tersebut, proses pemungutan suara berlangsung tertib dan mendapat pengawasan ketat dari panitia serta aparat keamanan.
Mewakili Ketua Tim III, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tebo, Ade Nofriza, mengatakan bahwa pihaknya turun langsung ke lapangan untuk memastikan seluruh tahapan pemungutan suara berjalan sesuai aturan dan berlangsung kondusif.
"Kami melakukan pemantauan pelaksanaan Pilkades Serentak Tahun 2026. Saat ini kami berada di Desa Mangun Jayo untuk melihat langsung proses pemungutan suara yang sedang berlangsung," ujar Ade Nofriza kepada wartawan.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan panitia Pilkades dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Desa Mangun Jayo, proses pencoblosan berjalan lancar. Pilkades di desa tersebut diikuti oleh dua calon kepala desa dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.963 pemilih.
Ade menjelaskan bahwa panitia terus berupaya meningkatkan partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya. Mengingat luas wilayah desa dan terdapat beberapa dusun dengan jarak tempuh yang cukup jauh menuju Tempat Pemungutan Suara (TPS), panitia aktif mengimbau warga yang telah terdaftar dalam DPT agar hadir dan menyalurkan hak suaranya.
"Informasi yang kami terima dari panitia, masih ada beberapa wilayah yang aksesnya cukup jauh. Karena itu panitia terus mendorong masyarakat yang memenuhi syarat dan telah terdaftar dalam DPT untuk datang ke TPS dan menggunakan hak pilihnya," jelasnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan pemungutan suara dipusatkan di satu lokasi sebagai langkah untuk mempermudah pengamanan, memperkuat koordinasi, serta memastikan komunikasi antarpetugas berjalan efektif selama proses Pilkades berlangsung.
"Dengan pemusatan lokasi pemungutan suara, akses pengamanan, komunikasi, dan koordinasi dapat berjalan lebih baik sehingga seluruh tahapan Pilkades dapat berlangsung aman dan tertib," tambah Ade.
Pemerintah Kabupaten Tebo berharap pelaksanaan Pilkades Serentak 2026 dapat berjalan sukses, aman, damai, dan menghasilkan pemimpin desa yang mampu membawa kemajuan bagi masyarakat. Tim monitoring juga akan terus melakukan pengawasan hingga proses penghitungan suara selesai dilaksanakan. (DVD)
MTsN 1 Tebo Buka Class Meeting Semester Genap 2025/2026, Tanamkan Sportivitas dan Solidaritas
Hesti Haris Evaluasi 10 Program Pokok PKK di Sungai Nibung, Soroti Kerukunan Antarumat Beragama
Komisi III DPRD Tebo: Harmonisasi Perda Sempadan Jalan Buka Kepastian Hukum bagi Warga
Program 1 Desa 1 Hektare Mulai Berbuah, Petani Sungai Bahar Panen 2,5 Ton Jagung
Rivi Hamdani Raih Kemenangan Dramatis di Pilkades Mangun Jayo
Warga Tebo Heboh! WNA Asal China Diam-Diam Tinggal di Kontrakan, Imigrasi Turun Tangan
Bupati Tebo Pimpin Rapat Koordinasi Forkopimda, Bahas Isu Strategis Daerah