Selain Perminggu, Pedagang Juga Stor Restribusi Bulanan Rp. 30 Ribu, Namun Sampah Bertumpuk Hingga T

Kamis, 12 Agustus 2021 - 20:16:54 WIB - Dibaca: 1724 kali

()

Jambiprima.com, Sarolangun - Pedagang warung nasi keluhkan bau busuk dari tumpukan sampah di got pasar moderen pasar Singkut kecamatan sarolangun ,kamis (12/8/2021) 

Mona Susilawati warga Singkut tiga pedagang nasi dipasar Singkut merasa sangat terganggu dengan aroma tak sedap, pasalnya Mona dagang makanan, setidaknya lokasi tersebut bersih dari sampah dan bau.

"Jelas saja saya kesal karna bau tersebut, sementara kita selalu bayar restribusi pungutan sampah, apalagi sampah yang berada di dalam got, itu baunya luar biasa, kita dagang makanan, ya karna bau otomatis orang jadi malas makan" jelasnya dengan kesalnya.

Mona juga berharap kepada pemerintah memiliki solusi untuk sampah yang menjadi penyebab bau untuk segera diatasi, setidaknya lokasi pasar bisa bersih dari sampah dan sarang penyakit, hal ini juga di ungkapkan oleh para pedagang pasar bahkan konsumen yang berbelanja di pasar tersebut.

Protesnya pedagang terkait sampah tersebut, mereka merasa berhak karena selain perminggu, para pedagang juga dikutip biaya restribusi sebesar 30 ribu sementara perminggunya 5 ribu, jadi wajar saja jika para pedagang menuntut kepada pemerintah agar segera mencarikan solusinya.

Sementara petugas kebersihan sampah tidak pernah datang dan tidak jelas pengelolaannya seperti apa, dimana sebelumnya sebelum ada aroma menyengat dari sampah, Mona sempat meraup keuntungan dari dagangannya sebesar Rp. 800 ribu namun saat ini turun jauh karna pelanggan enggan mampir karena bau tak sedap. (NS)

 





BERITA BERIKUTNYA