JAMBIPRIMA.COM, SUNGAIPENUH – Pasca ditolak saat ingin dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mayjen H. A. Thalib (MHAT) Kerinci, Pasien positif COVID- 19 meninggal dunia.
Informasi dari keluarga almarhum pasien positif COVID- 19 yang diketahui bernama KH (78) itu sebelumnya sempat dirawat di RSUD MHAT Kerinci, pada Rabu (21/7/2021).
Namun kemudian, pasien terpaksa pulang lantaran ditolak oleh pihak rumah sakit dengan alasan tidak memiliki ruangan isolasi.
Diketahui KH yang merupakan warga Kecamatan Hamparan Rawang, Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi mengalami sesak nafas 3 hari sebelum dibawa ke RSUD MHAT Kerinci dan sempat diperiksa hingga divonis terpapar Covid-19.
Mirisnya lagi, KH malah diminta pihak rumah sakit untuk dirawat dirumah lantaran ruangan tidak ada. Bahkan, pada Kamis (22/07/2021) pagi kemarin saat dijemput pihak satgas Covid-19 untuk kembali dibawa ke RSUD MHAT, lagi- lagi rumah sakit kebanggaan Kerinci dan Sungaipenuh ini tidak mau menerima pasien lantaran tidak memiliki ruangan dan alat oksigen, hingga keluarga membawa KH pulang dan menghembuskan nafas terakhir pada hari itu juga sekira pukul 17.00 Wib dirumahnya.
“ Ya, beliau meninggal dirumahnya (tadi malam), karena diyakini meninggal lantaran diserang wabah virus Corona, pemulasaran jenazah almarhum kami minta dilakukan sesuai prokes Covid-19. Tapi, malah permintaan kami ditolak oleh salah seorang oknum petugas Covid-19,” kata ASRI DPT, salah seorang keluarga almarhum.
Asri juga mengaku kecewa, ketika pihaknya meminta bantuan ke pihak Rumah sakit maupun pemerintah kota untuk pemulasaran sesuai prokes Covid-19, oknum petugas tersebut malah meminta uang Rp. 6 juta kepada keluarga pasien Covid-19 dengan alasan untuk pembelian peti dan biaya lainnya.
Karena tidak mempunyai uang sebanyak itu, keluarga memilih mengurus pasien Covid- 19 meninggal tersebut dengan meminjam APD dari Puskesmas setempat.
“ Kami keluarga yang Memandikan, memakamkan, semuanya keluarga yang mengurus, tidak ada petugas Covid-19, malah pihak Petugas minta uang Rp. 6 juta untuk beli peti. kami menolak dan kami keluarga memilih mengurus sendiri pemakaman dengan memakai APD dari puskesmas Hamparan Rawang dan langsung memakamkan jenazah malam tadi, Kamis 22 Juli 2021,” ungkap Asri.
Sayangnya hingga berita ini diterbitkan, pihak RSUD MHAT Kerinci belum berhasil dikonfirmasi. Direktur RSUD MHAT Kerinci saat disambangi sedang tidak berada di kantor dan nomor ponsel yang sering Ia gunakan pun bernada tidak aktif saat dihubungi. (mko)
JOIN DPD Kabupaten Bungo Kembali Berbagi Sembako Kepada Warga Terdampak Covid 19
Dandim 0420/Sarko Terus Ingatkan Masyarakat Tetap Terapkan Prokes dan Ikuti Vaksinasi
Polsek Tabir Selidiki Kasus Pencurian di SD 97 Rantau Panjang
Banyak yang Meninggal Dunia, Warga Rantau Panjang Do'a dan Tahlil Berjalan Keliling Kampung