Ratusan Santri Sambut Kedatangan CE Dengan Sholawat Badar

Para Penghapal Al- Qur' an Ponpes Khass Merangin Do'akan Cek Endra Sukses Menjadi Gubernur

Rabu, 19 Agustus 2020 - 22:11:37 WIB - Dibaca: 2041 kali

Buya Satar Saat Menyampaikan Tausiah
Buya Satar Saat Menyampaikan Tausiah ()

JAMBIPRIMA.COM, MERANGIN - Bertepatan dengan Haul berdirinya Pondok Pesantren Khass ke 10, para penghafal Qur’an asuhan ulama termashur, Kyai Abdul Satar Saleh alias Buya Satar mendo'akan agar langkah Cek Endra untuk menjadi Gubernur Jambi berjalan mulus. 

Dipimpin ustad Hamjat, salah satu pengurus Pondok Pesantren Khass, para santri penghafal Qur’an itu menengadah tangan ke langit. Mereka bersimpuh sujud, memohon doa kepada sang Ilahi, mengharap Cek Endra mulus jalannya. Sukses cita-citanya. Dimudahkan ikhtiarnya menuju Gubernur Jambi.

Drs. H. Cek Endra saat sambutan

“Semoga niat beliau diijabah Allah SWT..Allahummaaa," kata ustad Hamjat dihadapan ratusan santri, Buya Satar, Cek Endra dan rombongan seperti dikutip dari jambilink.com, Rabu (19/8).

Para santri dengan kompak menjawab..

“Amiinnnn…”

Pada kesempatan itu, Ustad Hamjat mengucapkan terimakasih atas kedatangan Cek Endra yang ditemani sang istri tercinta, Rosita Endra beserta rombongan.

" Terimakasih, di tengah kesibukannya sebagai Bupati, Pak Cek Endra masih menyempatkan bersambang ke pondok Khass ini. Kebetulan hari ini kami memperingati haul berdirinya pondok ke 10 tahun. Alhamdulillah…Pak Bupati Sarolangun bisa hadir…”ucapnya.

 Cek Endra dan istri duduk bersila di lantai. Ia takzim mengikuti acara. Ia berterimakasih dijamu secara istimewa.

Ia akan membantu pengembangan pondok itu. Cek Endra berjanji kedepan, jika diizinkan Allah SWT menjadi Gubernur, akan memfokuskan pengembangan daerah yang bernuansa religius. Salah satunya memperbesar ruang pengembangan pondok-pondok hafiz.

“ Menjadi pemimpin, bukan hanya membangun jalan. Tapi, bagaimana memuliakan Ustad- Ustad. Memperbanyak para Tahfidzul. Agar daerah ini dikaruniai Rahmat oleh Allah SWT,” ujar Cek Endra. 

Diketahui, pondok pesantren tersebut bernama khass. Khass berasal dari bahasa Arab, artinya khusus. Di sini, adalah pondok khusus untuk menempa para penghafal Qur’an.

Saban waktu, mereka hidup bersama Quran. Menghafal dan menjadikan Quran sebagai nafas hidupnya.

Inilah kawah candradimuka-nya hafiz-hafizoh, para penghafal Qur’an itu. Letaknya menjorok jauh di tengah-tengah hutan, di ujung Batang Masumai, Merangin.

Akses menuju ke sini tidak mudah. Berjarak sekitar satu jam perjalanan dari pusat kota Bangko. Jalanannya berselimut tanah, yang berangkal batu.

Beberapa titik terlihat lubang menganga lebar. Butuh tenaga ekstra untuk bisa sampai ke sini. (*)

Sumber: jambilink.com




BERITA BERIKUTNYA