ODP di Jambi Bertambah, PDP Berkurang, Persentase Kematian Covid-19 Hampir 10 Persen

Pasien Positif di Kerinci Banyak Kontak dengan Orang

Jumat, 03 April 2020 - 08:02:21 WIB - Dibaca: 1861 kali

Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah .
Juru Bicara Penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah . (ist/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI-Tim Gugus Tugas penanganan Covid-19 Kerinci terus berupa melakukan contact tracing (melacak kontak) pihak pihak yang pernah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19 di Kerinci. Juru bicara penanganan covid-19 Provinsi Jambi, Johansyah mengatakan pasien kedua yang dinyatakan positif covid-19 asal Kerinci sudah melakukan kontak dengan banyak orang.

Menurut Johan, Tim gugus tugas sudah mendata kurang lebih 30 orang yang diduga sudah melakukan kontak langsung dengan pasien tersebut. "Data dari kawan Kabupaten ada sekitar 30-an orang yang telah didata. Baik tenaga medis, maupun orang-orang yang berkontak langsung dengan pasien 02," ungkapnya, Kamis (2/4) kemarin.

Saat ini, lanjut Johan, tim terus berupaya memutus rantai penyebaran virus ini dengan terus melakukan contact tracing pasien tersebut di wilayahnya. "Saat ini sedang kita data dengan bergerak cepat. Karena kita berharap ini penyebarannya tidak terlalu meluas," harapnya.

Johan menyebutkan puluhan orang yang diduga sudah melakukan kontak langsung itu kini dalam pamantauan. "Mereka sudah uji lab, melakukan ronsen dan ada indikasi," jelasnya.

Sebab, kata dia, pasien positif covid-19 asal Kerinci itu dikabarkan aktif dalam kegiatan kegiatan keagamaan. Seperti pengajian dan lain sebagainya. " Dia juga petani yang sering berjualan ke tetangga dan sering melakukan kegiatan pengajian-pengajian. Aktif dalam keagamaan dan itu yang akan kita lihat ke depannya seperti apa perjalanannya selama 14 hari itu," jelasnya.

Keluarga pasien sendiri, menurut Johan, anak dan istrinya sudah dilakukan pengecekan dan kini masih menunggu kabar dari gugus Kabupaten. "Sudah kita lakukan pengecekan terhadap anak dan istrinya. Mudah-mudahan hari ini kita dapat informasinya,"ujarnya.

Sementara itu, perkembangan penanganan covid-19 di Provinsi Jambi,  Jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) kembali bertambah. Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) berkurang. Data terbaru yang dirilis Gugus tugas penanganan Covid-19 Provinsi Jambi, Kamis (2/4) sore, ODP di Provinsi Jambi bertambah dari 1.091 menjadi 1.115 orang. Sementara jumlah PDP berkurang dari 16 menjadi 15 orang.

Kemudian, yang positif tetap 2 orang. Sementara yang dinyatakan negatif sebanyak 18 orang serta dan masih menunggu uji swab 5 orang. Menurut Johan, penyebaran ODP dan PDP terbanyak masih di Kota Jambi. ODP dari 8 menjadi 9 orang. Begitu pula dengan yang berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) bertambah dari 397 menjadi 404 orang.

Lalu, di Batanghari, ODP bertambah dari 160 menjadi 168 orang dan PDP kosong. Di Sarolangun ODP berkurang drastis dari 32 menjadi 19 orang. Sementara PDP masih sama dengan sehari sebelumnya, 1 orang.

Selanjutnya, di Merangin, ODP bertambah dari 20 menjadi 22 orang dan PDP masih kosong. Kemudian, ODP Sungaipenuh juga bertambah dari 11 menjadi 13 orang dan PDP kosong.  Selanjutnya, di Kerinci ODP juga bertambah cukup tinggi dari 82 menjadi 104 orang dan dan PDP berkurang 5 menjadi 3 orang.

Demikian juga di Muaro Jambi, ODP bertambah dari 139 menjadi 145 orang dan PDP kosong. Di Kabupaten Bungo, ODP berkurang dari 123 menjadi 117 orang dan PDP masih sama 1 orang. Di Muaro Tebo ODP turun dari 105 menjadi 100 orang dan ada 1 PDP. Sementara di Tanjab Timur, ODP bertambah satu orang dari 8 menjadi 9 dan PDP kosong. Lalu di Tanjab Barat, ODP masih sama 14 orang dan PDP nihil. 

Berikutnya, secara nasional, pertambahan kasus positif virus Corona di Indonesia masih menjadi perhatian serius. Pada Kamis (2/4), ada tambahan 113 kasus baru positif sehingga totalnya menjadi 1.790 kasus positif Covid-19. Sedangkan angka kematian juga terus bertambah. Persentase kematian atau Mortality Rate bahkan hampir mendekati 10 persen dari kasus positif atau 9,49 persen. Angka ini lebih tinggi dari kasus global secara keseluruhan.

Data South China Morning Post menyebutkan ada lebih dari 927 ribu kasus positif dan 46 ribu jiwa meninggal dunia. Artinya angka Mortality Rate dunia hampir 5 persen. Angka kematian di Indonesia melebihi angka kematian kasus di dunia.

“Positif tambah 113, jumlah total 1.790 positif. Kematian tambah 13 orang, totalnya 170 orang,” kata Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto, Kamis (2/4).

Sedangkan pasien sembuh tambah 9 pasien. Totalnya sudah ada 112 pasien dinyatakan sembuh.

“Mari pastikan bahwa di tengah kita ada saudara kita yang rentan untuk terkena penyakit ini menjadi rentan dan berat, seperti penyakit hipertensi dan diabetes,” jelasnya.

Yurianto mengajak agar semua orang dengan sistem imun yang baik untuk menjaga jarak kontak sosial minimal 2 meter. Dan jangan lupa cuci tangan pakai sabun sesering mungkin.

“Hindari kebiasaan sentuh muka kalau tangan belum dicuci,” tegasnya.

Yurianto juga mengingatkan agar beribadah dilakukan di rumah serta mengikuti saran pemuka agama demi kesehatan masyarakat dan umat bersama. “Ramadan sebentar lagi. Dan, Paskah akan diperingati di bulan ini. Ibadah kita harus baik tapi dalam kondisi sehat. Maka ikuti anjuran pemuka agama kita. Sebab Virus ini pindah dibawa orang ke orang,” tandasnya.(sau/kum/jpg)





BERITA BERIKUTNYA