Warga Suka Maju Resah, Lalat dari Kandang Ayam Serbu Pemukiman

Kamis, 06 Februari 2020 - 20:29:01 WIB - Dibaca: 1770 kali

(Idrus/Jambione.com)

JAMBIONE.COM,- Jambi - Pemilik kandang ayam Mitra membuat resah sebagian warga RT 1, Desa Suka Maju, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi,  Kilometer 13.

Pasalnya, lokasi kandang ayam tersebut dekat dengan pemukiman warga. Setiap selesai panen ayam, banyak lalat yang masuk ke rumah warga. Bahkan warga mengaku tidak bisa tidur siang, tidak jadi makan dan merugikan pendapatan warga.

Keluhan ini disampaikan Eka, penjaga kantin Taman Kolam Pemancingan Telaga Manggis. Menurut dia,  kandang ayam itu sudah ada bertahun-tahun, jaraknya pun cukup dekat. Setiap mau panen pasti lalat menganggu pengunjung yang ada di sini.

"Biasonyo 20 orang memancing di sini. Sejak banyak lalat pengunjung jadi sepi. Bahkan kalau orang mau mesan makan di kantin, lihat ada lalat mereka tidak jadi mesan," kata Eka Kamis (6/2/2020). 

Lebih lanjut Eka memgatakan, biasanya lalat-lalat yang berterbangan satu bulan. Selama satu bulan itu lah omset kantin dan kolam pemancingan jadi sepi.

"Selamo satu bulan itu kami tidak bisa tidur siang, karena lalat banyak di kasur," ungkapnya.

Eka menambahkan, untuk mengurangi serangan lalat, pihak perusahaan kandang ayam sudah menyediakan penyemprotan yang namaknya nuvet plus. Yang langsung menyeprotkannya karyawaan perusahaan. Namun, karyawan itu kadang menyeprotkannya ke pakan dan kolam ikan.

"Karyawannya kadang lalai, dia menyeprotkannya ke pakan kami, jadinya ikan kami ada yang mati, itu kan racun. Walaupun sudah di seprot, itu hanya untuk mengurangi bukan menghilangkan," tutur Eka.

"Kami tidak melaporkannya ke Instansi terkait, tapi langsung ke Perusahaannya. Kami sudah menegurnya berkali-kali, tapi yang tidak ada tanggapannya. Harapan kami perusahaam itu bisa mengerti lah dengan warga yang sudah resah," tutupnya.

Terpisah, Narti, yang merupakan pemilik kebun di daerah sana, mengatakan, lalat di sini memang banyak, saat pemilik kandang itu memasuki bibit dan di saat mau panen.

"Kami tidak bisa tidur siang dibuat lalat ini, dan bahkan tidak jadi makan, karena makanan dihinggapi lalat," pungkasnya.

Kata Narti, masing-masing perusahaan itu harus punya kesadaran. Apakah dia mementigkan usaha sendiri atau orang banyak.

"Memang sih, jika ada lalat yang punya perusahaan itu di seprotnya, tapi jadilah ngurang-ngurai bae, idak menghilangkan," ujarnya.

Sementara, Likin, selaku operator di Perusahaan itu, mengatakan di lokasi ini ada 14 kandang dengan isi 5 ribu ekor per kandang.  Saat ini perusahaanya tengah melakukan pembersihan kandang, karena baru sudah panen.

"Kami di sini hanya melakukan tugas bang. Yang berhak menjawabnya Bapak Santoso. Dia orang yang dipercaya di perusahaan ini. Saat ini dia sedang berada di luar. Jadi, kalau mau nanya tentang keresahan masyarakat Bapak lah yang tepat bang," ungkapnya.

Likin mengaku, setiap sebelum dan sesudah panen, rumah-rumah warga pasti diseprot untuk menghilangkan lalat.

"Kami selalu menyeprotnya bang untuk menghilangkan lalat, tapi itu tadi soal warga resah Bapak lah yang menjawabnya," ungakpnya.(cr 04)





BERITA BERIKUTNYA