Tak Indahkan Peringatan, Satpol PP Segel Bengkel Showroom

Jumat, 24 Januari 2020 - 07:43:15 WIB - Dibaca: 1420 kali

BERISIK: Aparat Satpol PP Kota Jambi menyegel sebuah showroom sekaligus bengkel di Kebun Kopi  yang aktivitasnya mengganggu kenyamanan warga karena bekerja hingga malam.
BERISIK: Aparat Satpol PP Kota Jambi menyegel sebuah showroom sekaligus bengkel di Kebun Kopi yang aktivitasnya mengganggu kenyamanan warga karena bekerja hingga malam. (Ali Ahmadi/Jambione.com)

JAMBIONE.COM, JAMBI- Tim Satpol PP Kota Jambi bersama DPMPTSP Kota Jambi, menyegel bengkel showroom di kawasan Kebun Kopi, Thehok Kecamatan Jambi Selatan, Rabu sore (22/1). Bengkel tersebut disegel akibat sering mengganggu ketenangan warga sekitar, karena aktivitas bengkel sehari-hari.

Dikatakan Yan Ismar Kepala Satpol PP Kota Jambi, dirinya sudah sering mendapat laporan dari warga. Bahkan pihaknya sudah tiga kali memberikan peringatan agar melakukan aktivitas bengkel tidak sampai larut malam. 

“Namun peringatan kita tidak diindahkan, sehingga warga terus mengeluh. Karena aktivitas perbaikan mobil, seperti mengelas mobil dilakukan sampai dini hari. Kadang sampai pukul 01.00 dini hari,” kata Yan Ismar saat dijumpai, Kamis (23/1). 

Menurutnya memang bengkel ini tidak menerima aktivitas perbaikan mobil dari luar. Hanya, bengkel ini untuk perbaikan mobil rusak, milik showroom saja.

“Jadi mereka memperbaiki mobil rusak milik showroomnya saja,” katanya. 

Menurut Yan Ismar, setelah disegel pihaknya sudah melakukan perjanjian dengan warga sekitar dan pihak bengkel. “Pihak bengkel ini memang memiliki izin tapi izin perbengkelan di kawasan Lingkar Selatan, bukan di kawasan Kebun Kopi,” jelasnya.

Sementara itu, Kabid Monitoring Evaluasi dan Pengawasan DPMPTSP Kota Jambi Sumaidi mengatakan bahwa alasan bengkel showroom tersebut disegel karena tidak memilki izin usaha.  Bahkan bengkel tersebut seringkali mengganggu kenyaman warga, akibat aktivitas perbengkelan yang bising.

“Warga mengadu ke Pol PP, sudah sering diberi peringatan ke pol PP. Tapi aktifitasnya malah semakin menjadi. Makanya kita segel,” sebutnya.

Menurutnya dalam waktu dekat pihaknya, warga dan pihak bengkel sudah sepakat agar segera pindah ke Lingkar Selatan. “Mereka tidak boleh beraktifitas lagi kalau untuk urusan perbengkelan, tapi kalau untuk aktivitas jual beli mobil masih bisa dilakukan,” pungkasnya. (ali)



Tags:


BERITA BERIKUTNYA