JAMBI- Pemerintah Kota Jambi tengah membangun transportasi massal. Hal ini tentunya harus didukung dengan fasilitas dasar, seperti keberadaan halte. Halte tersebut dibangun sebagai tempat pemberhentian bagi pengguna jasa kendaraan umum.
Total ada 31 halte yang tersebar di Kota Jambi, yang dibangun untuk warga Kota Jambi. 25 halte diantaranya dibangun melalui dana APBD kota Jambi, sementara 6 lainnya dibangun oleh BUMN.
Fasilutas tersebut siap dan bisa digunakan warga sebagai tempat pemberhentian bagi warga yang ingin naik bus.
Wakil Wali Kota Jambi, Maulana didampingi kepala Dinas Perhubungan Kota Jambi, Saleh Ridho dan Kepala Dinas PUPR kota Jambi, Fatri Suandri, dan Unsur Kepala Bidang di lingkungan dinas PUPR Kota Jambi meninjau langsung beberapa titik pembangunan halte. Titik yang ditinjau oleh Maulana yakni halte di Sekitar Taman Singkawang, halte didepan kantor PDAM Kota Jambi, dan halte di dekat Taman Jaksa Kota Jambi.
Dikatakan Maulana, halte dibangun menggunakan APBD sebanyak 25 titik. Hal ini dilakukan guna mendukung terciptanya pelayanan publik yang nyaman terutama bagi pengguna jasa yang menunggu kedatangan kendaraan umum.
“Sudah saya cek tadi, bagus dan sudah ada tempat sampahnya, nanti tinggal ditambah lampu saja untuk memperindah halte,” sebut Maulana, saat meninjau halte di Singkawang, Selasa (7/1).
Dengan disiapkan kotak sampah yang terbagi menjadi organik dan nonorganik, Maulana meminta agar masyarakat tetap menjaga kebersihan. Selain itu meminta agar pengguna halte jangan mencoret-coret halte sehingga terlihat tidak indah.
“Ada juga di halte ini beberapa zona kosong yang nantinya bisa digunakan oleh Humas Kota Jambi sebagai tempat untuk menyampaikan pesan penting kepada masyarakat, misalnya mengenai layanan kesehatan, layanan kependudukan dan lainnya,” kata Maulana.
Sementara itu, Saleh Ridho mengatakan bahwa pembangunan halte tersebut guna meningkatkan sarana transportasi di Kota Jambi. Manurutnya 25 halte dibangun melalui dana APBD senilai Rp1 Miliar, sementara 6 halte dibangun oleh CSR BUMN di Kota Jambi.
Nantinya halte ini digunakan untuk tempat naik dan berhenti penumpang. Kedepan direncanakan akan dilakukan penambahan trayek jika sudah ada penambahan bus oleh Koja Trans.
“Hampir seluruh wilayah kota ada titik halte, kecuali wilayah seberang karena seberang akan ada rutenya sendiri,” sebutnya.
Sementara untuk 2020 ini pihaknya tidak menganggarkan pembangunan halte. Sehingga berharap kepada BUMN di Kota Jambi bisa membangun lagi titik halte, menggunakan dana CSR.
“Karena kita fokus akan membangun dan peningkatakan pelayanan ATCS,” pungkasnya. (Ali)