JAMBI – Tim gabungan Polda Jambi bersama Korem 042/GAPU dan Tim Terpadu (Timdu) penanganan konflik lahan terus bergerak cepat menangani masalah kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB). Setelah melakukan penangkapan puluhan anggota SMB, tim gabungan lalu membongkar dan meratakan seluruh bangunan (pondok/rumah) yang ada di wilayah camp pendudukan kelompok pimpinan Muslim tersebut di areal Distrik IV dan VIII PT WKS.
Selain itu, Timdu juga membuka Pos Crisis Centre Informasi di lokasi dan sejumlah polsek yang ada di kawasan tersebut. Ketua Tim Terpadu, Sigit Eko Yuwono mengatakan pihaknya telah meratakan bascame milik SMB. Hal itu dilalukan agar tidak digunakan kembali oleh massa yang lain atau kelompok lain. ‘’ Semua bangunan yang ada di camp pendudukan SMB itu sudah kita bongkar beberapa hari ini," katanya saat ditemui kantornya, Kesbangpol Provinsi Jambi, Selasa (23/7).
Sigit mengungkapkan, saat melakukan pembongkaran pihaknya menemukan sekarung foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan sebagian asli. KTP dan fotocopy nya itu berasal dari
berbagai daerah. Diantaranya dari Riau, Lampung, NIas dan lainnya. Kemudian, di lokasi timdu juga menemukan formulir pendaftaran anggota SMB. Sebagian formulir tersebut sudah diisi dan banyak juga yang masih kosong.
Sigit mengungkapkan, Muslim sendiri, awalnya bergabung dengan Persatuan Petani Jambi (PPJ) yang diketuai Aidil. Namun, Muslim yang mempunya nama asli Sugianto itu tidak sejalan dan akhirnya mendirikan SMB. " Jadi dia mendirikan SMB karena tidak sejalan dengan PPJ lagi,"jelasnya.
Menurut Sigit, pihaknya juga membuka posko Pos Crisis Centre Informasi di lokasi yang berada di Distrik VIII WKS. Selain itu, posko ini juga dibuka di polsek polsek terdekat. Posko ini nantinya akan menerima laporan dan memfasilitasi para anggota SMB yang jadi korban penipuan Muslim.
"Mereka yang kita fasilitasi merupakan korban yang pernah menyetor uang kepada Muslim dan dijanjikan tanah. Jadi, korban difasilitasi hanya mereka yang tergabung dalam kelompok SMB. Bukan kelompok lain. Karena sebagian besar anggota SMB ini awalnya tidak mengetahui jika lahan yang dijanjikan Muslim adalah lahan rampasan” jelasnya.
Lalu bagaimana nasib anggota SMB yang rumahnya diratakan? Menurut Sigit, sebagain besar anggota SMB yang tidak terlibat penganiayaan dan penyerangan telah pulang ke rumahnya masing masing. Karena, sebagian dari mereka punya rumah. Lalu ada juga yang pulang ke keluarganya.
‘’ Kalau yang berasal dari luar Jambi dan sudah tidak memiliki tempat tinggal, akan segera dipulangkan ke daerah asal masing masing. Proses pemulangan akan diserahkan kepada Dinas Sosial,"katanya.
Kepala Dinas Sosial Kependudukan dan Catatan Sipil Provinsi Jambi, Arief Munandar mengatakan pihaknya siap memulangkan anggota SMB ke daerah asalnya. Saat ini pihaknya masih menunggu data dari tim terpadu. Sebelum ada data yang falid mereka tidak bias bergerak.
"Kita menunggu data yang akurat,’’ ujarnya.
Sementara itu, Direktruk Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Jambi Kombes Pol Edi Faryadi mengatakan, dari 400 orang lebih anggota SMB yang menduduki lahan PT WKS, ada sekitar 200 orang yang melakukan tidak pidana. Baik pencurian, penyerangan dan lainnya. Saat ini baru 59 yang menjadi tersangka. Saat ini pihaknya masih terus memburu yang lainnya.
Selain itu, polisi juga terus menyelidiki penggunakan dana iuran anggota SMB yang disetor ke Muslim. Begitu juga dengan temuan bunker dan narkotika jenis sabu di camp SMB.
“Tim masih terus mengali sember uang yang didapat Muslim melalui pungutan dari anggotanya dengan iming iming sebidang tahan. Uang itu digunakan untuk apa? Itu yang kita kejar. Kalau masalah narkotika akan ditangani oleh Ditresnarkoba Polda Jambi,” jelasnya.
Edi menjelaskan, dari hasil penyelidikan sementara diketahui, bunker yang ditemukan itu digunakan kelompok Muslim untuk menyimpan senjata dan amunisi. “Ini masih kita kembangkan. Soalnya saat ditemukan bunker itu dalam kondisi kosong,” pungkasnya
Terpisah, Dandim 0415 Batanghari, Letkol Inf Widi Rahman mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan pendekatan dengan kelompok Suku Anak Dalam (SAD) bersenjata yang sebelumnya sempat tergabung dengan kelompok SMB. " mereka masuk kawasan Kodim Bungo Tebo. Ada tim kita di sana yang sedang melakukan komunkasi intens. Kita harapkan dalam waktu dekat mereka mau menyerahkan senjata apinya," katanya.
Widi juga berharap malasah SMB ini segera dituntaskan sehingga situasi dan kondisi keamanan kondusif seperti sediakala. "Kita harapkan semua bisa teratasi lah dan Jambi aman,"tandasnya (isw)